Kolaborasi Jadi Kunci, BRMP Maluku Gandeng Seluruh Pemangku Kepentingan Sukseskan PM-AAS
Ambon, 16 Juli 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) dan Luas Tambah Tanam (LTT) di Aula Gandaria BRMP Maluku, Kamis (16/7). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna mempercepat implementasi program modernisasi pertanian yang diharapkan mampu meningkatkan produksi padi dan mendukung swasembada pangan di Provinsi Maluku. Rakor dibuka oleh Plt. Kepala BRMP Maluku, Gunawan, serta dihadiri Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Ilham Tauda, Kepala BPSB Maluku Mufli Tuanaya, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas III Maluku Makhfu Hidayat, Plt. Kepala BWS Maluku Ruslan Malik, Kepala BPTPHP Jufry Mulyadi Ohoirat, Badan Pusat Statistik, BBPPTP Ambon, Perum Bulog, 8 orang Kadis Pertanian dan Katimker 4 daerah sentra (Kab. Buru, Kab. Maluku Tengah, Kab. Seram Bagian Barat, dan Kab. Seram Bagian Timur) serta 48 peserta yang terdiri atas jajaran BRMP Maluku, penyuluh pertanian CWS Provinsi Maluku, dan para pendamping undangan.
Mengawali rangkaian kegiatan, Plt. Kepala BRMP Maluku Gunawan memaparkan materi bertajuk "Optimalisasi Perluasan Areal Tanam melalui Model PM-AAS". Ia menjelaskan bahwa Provinsi Maluku memperoleh target pelaksanaan PM-AAS seluas 4.114 hektare. Model budidaya ini menerapkan sistem tanam rapat dengan metode tanam benih langsung (Tabela) yang membutuhkan benih unggul sebanyak 70–80 kilogram per hektare serta didukung penggunaan pupuk secara optimal. Melalui penerapan teknologi budidaya tersebut, PM-AAS diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi hingga dua kali lipat sehingga menjadi solusi percepatan peningkatan produksi beras di Maluku.
Paparan berikutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda, mengenai "Percepatan Pencapaian Target Luas Tambah Tanam (LTT) Provinsi Maluku". Ia mengungkapkan bahwa Provinsi Maluku memiliki luas baku sawah (LBS) mencapai 19.960 hektare, terdiri atas 10.457 hektare lahan fungsional dan 7.503 hektare lahan yang belum fungsional. Potensi tersebut dinilai sangat besar untuk mendukung percepatan capaian LTT sekaligus memperluas implementasi PM-AAS di berbagai sentra produksi padi sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.
Aspek iklim turut menjadi perhatian dalam rakor ini melalui pemaparan Kepala Stasiun Klimatologi Kelas III Maluku, Makhfu Hidayat, yang mengangkat tema "Dukungan Informasi Iklim dalam Percepatan LTT dan Pelaksanaan PM-AAS". Berdasarkan hasil pemantauan, curah hujan di Provinsi Maluku pada Juni 2026 berada pada kategori rendah dan diperkirakan kondisi tersebut akan berlanjut pada periode Agustus hingga November 2026. Informasi ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah daerah, penyuluh pertanian, petani, dan instansi terkait dalam menyusun strategi pola tanam, pengelolaan air, serta langkah mitigasi agar pelaksanaan PM-AAS tetap berjalan optimal.
Rapat koordinasi juga menjadi ajang apresiasi bagi daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian. Penghargaan diberikan kepada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Maluku Tengah serta Dinas Pertanian Kabupaten Buru atas dedikasi dalam pencapaian Luas Tambah Tanam (LTT) terbaik dan komitmen melaksanakan program strategis Kementerian Pertanian di Provinsi Maluku pada Semester I Tahun 2026. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi nyata kedua daerah dalam meningkatkan produksi, produktivitas, dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Komitmen bersama untuk menyukseskan PM-AAS semakin diperkuat melalui penandatanganan Pakta Integritas oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian dari empat daerah sentra produksi padi, yaitu Kabupaten Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Buru, dan Maluku Tengah. Penandatanganan tersebut menjadi simbol kesiapan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung penerapan model tanam PM-AAS secara terpadu demi meningkatkan produktivitas pertanian di Provinsi Maluku.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi pemaparan dari seluruh instansi terkait mengenai kesiapan dukungan, berbagai kendala yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis untuk mengatasi hambatan dalam implementasi PM-AAS. Melalui forum koordinasi ini, BRMP Maluku menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan program modernisasi pertanian. Dengan sinergi yang kuat, Provinsi Maluku optimistis mampu mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam, meningkatkan produksi padi secara signifikan, dan memperkuat ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.